cerita pendek tentang cinta
Bekas Luka yang Takkan Pudar
“Semua laki-laki itu jahat, mereka
semua sama, tujuan mereka mendekati wanita hanya untuk memenuhi hasrat mereka,
ketika mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka mereka akan melepas wanita
yang selama ini mencintai mereka dengan sepenuh hati dan melupakan segala
kenangan seolah tak pernah terjadi apa-apa”. Kalimat yang selalu terbesit di
benak seorang gadis cantik ketika ada laki-laki yang ingin berkenalan
dengannya. Gadis ini adalah seorang mahasiswi yang sedang menyelesaikan tugas
akhir disebuah perguruan tinggi negeri. Wati adalah panggilan yang kerap disapa
oleh teman-teman sekitarnya.
Dia adalah pribadi yang sangat ramah
dengan teman-temannya dan juga bersedia mendengarkan isi curhatan semua teman dekatnya.
Baginya jika ia telah mendengarkan isi hati mereka maka sama seperti memberikan
obat penenang terhadap kisah perih yang dialami teman-temannya, sehingga ia
mempunyai banyak teman dari teman baik kakak senior maupun teman
seperjuangannya di kampus. Dari semua orang-orang terdekatnya, banyak cerita
cinta yang diceritakan yang tidak bisa berjalan seperti yang diharapkan. Lika
liku kisah percintaan baik perih maupun indah telah ia dengarkan. Tidak sedikit
yang menghilangkan rasa kekecewaan mereka terhadap Wati. Seperti salah seorang yang temannya yang
bernama Winda. Winda selalu mecurahkan segala isi hatinya terhadap Wati.
“Dia adalah laki-laki yang baik dan
juga romantis" kata teman Wati yang sering mencurahkan isi hatinya
terhadap Wati.
Tetapi hari itu, dia sadar bahwa keromantisannya
itu dicurahkan kepada semua perempuan yang dicintai nya. Dia bercerita bahwa laki-laki
yang selama ini ia cintai berselingkuh dengan banyak perempuan lain. Dalam
detik itu pun teman Wati ini tidak pernah berhubungan lagi dengan laki-laki
yang selama ini dicintainya.
Di sisi lain, teman satu kos degan
nya yang kerap disapa dengan Putri. Putri adalah anak seorang pejabat di
kotanya. Dia adalah anak dari orang tua yang kaya raya, berwatak baik dan
senang berbagi dengan semua dekatnya. Dia sering membagi apa yang ia punya kepada
Wati, teman satu kamar di kosnya. Putri adalah salah satu temannya yang setiap
malam menceritakan segala romansa kehidupan percintaan yang indah. Namun cerita
indah tersebut berubah dalam satu malam. Putri tidak sengaja mendengarkan
pembicaraan pasangannya dengan teman-temannya. Semenjak saat itu, ia mengetahui
bahwa pasangannya itu mendekatinya hanyalah untuk merasakan kekayaan yang
dimiliki Putri. Pribadinya yang suka berbagi terhadap sesama dimanfaatkan oleh
pasangannya. Ia tersadar bahwa lelaki yang selama ini ia cintai, ternyata tidak
mencintainya secara tulus melainkan hanya untuk mendapatkan harta yang
dimilikinya.
Di samping itu, Wati mempunyai kakak
senior yang sering membantunya menyelesaikan tugas akhirnya. Kak dila adalah
sapaan Wati ke kakak seniornya ini . Kak dila adalah kakak seniornya yang sudah
lulus beberapa tahun yang lalu. Seniornya ini memiliki pasangan yang dipisahkan
oleh jarak dan waktu. Pasangannya ini bekerja di luar kota . Mereka selalu
mengabadikan setiap momen kebersamaaan mereka melalui sosial media yang mereka
punya jika pasangannya itu pulang ke kampung halaman. Tetapi semua itu tinggal
kenangan dimana semua postingan tentang kebersamman mereka dihapus oleh pemilik
akun secara tiba-tiba. Tidak lama setelah itu, senior nya itu pun mencurahkan
segala keperihan yang ia dirasakan terhadap pasangannya. Mencurahkan segala isi
hatinya kepada Wati adalah obat penenang baginya. Ternyata hubungan yang dijalani
selama ini tidak berlandasan kesetiaan yang sejati. Dia pun tersadar dalam
sebuah hubungan harus berlandasan kesetian dari kedua belah pihak, apalagi
hubungan yang dipisahkan oleh jarak dan waktu. Hubungan mereka kandas karena
pasangannya diketahui mempunyai simpanan di tempat ia bekerja.
Banyak kisah cinta yang telah Wati
dengarkan melalui curhatan teman-temanya yang berbekas di hatinya. Kisah cinta
yang perih sangatlah berbekas pada hati seorang gadis yang kerap disapa Wati
ini. Ia tidak bisa membiarkan teman-temanya disakiti oleh lelaki yang dicintai
oelh mereka, sehingga ia berniat ingin membalas rasa dendam nya itu ke setiap
laki-laki yang mendekatinya
Dikenal dengan keramahannya, tidak
sedikit pria ingin berkenalan dengan
seorang gadis yang berparas cantik ini. Edi adalah abang senior dari jurusan
yang barbeda di kampus nya. Mereka sering bertemu di kantin kampus. Edi sudah
lama menyimpan rasa kepada sosok gadis ini. Edi pun sering mengajak makan
bersama Wati di kantin kampus mereka. Wati merespon dengan baik segala
perhatian yang diberikan Edi terhadapnya. Tetapi Wati hanya ingin memanfaatkan segala
sesuatu yang diberikan kepadanya sama seperti kisah-kisah yang pernah ia
dengarkan dari teman-temannya.
Di satu jurusan yang sama ada juga
sosok yang sangat mengagumi seorang Wati. Ia adalah Dimas, mahasiswa yang
pintar dalam kelasnya. Dimas sangat mengagumi seorang Wati yang cantik dan
ramah dengan semua orang, sehingga membuatnya tidak dapat menolak tiap
permintaan gadis yang dikaguminya ini, sehingga Wati sering menyuruh Dimas
untuk menyelesaikan semua tugas- tugas kuliahnya.
Di samping itu, bersebelahan dengan tempat
kos yang ditinggali nya terdapat seorang laki-laki tampan yang lebih suka
mengurung dirinya di kamarnya. Dia adalah sosok yang tertutup dengan banyak
orang. Pria ini kerap disapa dengan Panji. Panji hanya memiliki beberapa teman
laki-laki. Wati pun sering mengobrol santai dengannya ketika sedang berada di
luar rumah. Sosok keramahtamahan Wati membuat Panji nyaman jika mengobrol
dengannya dalam waktu yang lama. Wati pun tidak segan-segan mengajaknya
jalan-jalan berdua dengan tujuan agar Panji menyimpan perasaan lebih kepadanya.
Bekas luka yang dirasakan
teman-temannya sangat membekas pada hati dan pikiran Wati. Dia menganggap bahwa
semua laki-laki itu sama jahatnya. Sehingga ia hanya ingin menggantung hubungan
semua laki-laki yang dekat dengannya. Dia hanya akan memanfaatkan semua pria
yang mendekatinya dan akan melepasnya jika balas dendamnya telah terbalaskan.
Seiring berjalannya waktu, ia pun
bertemu dengan sosok laki-laki yang baru hadir dalam hidupnya. Sosok laki-laki
ini mampu mengalihkan dunianya. Entah kenapa ia tidak bisa melepas dendamnya terhadap
laki-laki yang satu ini. Dia adalah seorang dosen muda yang baru mengajar di
kampusnya. Mahasiswa biasa memanggilnya
dengan sapaan pak Ogi. Wati pun sering melakukan pendekatan dengan dosen muda
ini. Ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Dosen muda yang baru
mengajar di kampus tersebut juga diam-diam mencintai Wati. Seiring berjalannya
waktu, hubungan mereka pun berlanjut ke
jenjang yang lebih serius. Dengan tekad yang kuat dari kedua boleh pihak,
mereka pun melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.
Wati masih melanjutkan persiapan
tugas akhirnya di semester akhirnya ini, sehingga ia masih sering pergi ke
kampus dan bertemu dengan teman-temannya. Tetapi ia tidak pernah membicarakan tentang
rencana pernikahannya terhadap semua teman-teman kampusnya. Tidak dapat
dipungkiri lagi dia juga masih bertemu dengan laki-laki yang selama ini
diberikan perhatian lebih oleh nya. Ia masih menjaga hubungan tersebut dengan
baik dengan tujuan agar mereka akan sakit hati ketika mengetahui pernikahannya dengan
laki-laki lain.
Perbuaatan yang didasari dengan niat
buruk pastilah akan nampak walaupun disembunyikan keberadaannya. Calon suami
nya itu melihat Wati sedang berduaan dengan mahasiswa lain di kantin dekat
kampusnya. Namun kecurigaan itu tidak ditanggapi dengan serius. Dia menganggap
ini hanya sebatas tugas kampus. Dosen ini pun memastikan kecurigaanya itu
dengan bertanya langsung dengan mahasiswa yang dilihat berduaan dengan calon
istrinya mengenai maksud mereka berduaan di kantin kampus. Laki-laki ini
menceritakan tentang hubungan percintaannya dengan Wati. Semenjak itu, Pak Ogi
pun menyadari bahwa Wati mempunyai hubungan percintaan dengan laki-laki lain
selain dirinya. Semua rencana pernikahan yang tinggal hitung bulan
pelaksanaannya dibatalkan olehnya. Wati merasa kebingungan dengan sikap pak Ogi
yang tiba-tiba berubah. Pak Ogi pun menjelaskan mengapa sikapnya berubah
terhadap Wati. Semenjak saat itu, mereka pun tak pernah berkomunukasi lagi
layaknya orang asing yang tak pernah bertemu sebelumnya
Wati pun sangat menyesal karena
hubungan yang ia bangun hingga menuju jenjang pernikahan kandas begitu saja
dikarenakan pembalasan dendamnya terhadap semua laki-laki yang mendekatinya. Ia
menyadari bahwa rasa dendamnya itu malah menjadi mala petaka baginya, bahkan ia
dijauhi oleh laki-laki yang benar-benar ia cintai.
Komentar
Posting Komentar